Langsung ke konten utama

7 tantangan yang sering terjadi bagi perempuan pengusaha

Ilustrasi wiraswasta. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/leedsn
Sebagian besar bisnis dijalankan oleh laki-laki dan menjadi sebuah identitas bahwa bisnis adaah dunianya laki-laki. Namun, akhir-akhir ini sudah banyak pengusaha perempuan juga memasuki dunia laki-laki tersebut dan tak jarang dari mereka pun bisa sukses dan labih unggul daripada laki-laki.

Berbagai ide dan gagasan baru muncul untuk melancarkan prosesnya, agar perjalanan sesuai dengan apa yang diharapkan dan dikembangkan oleh perempuan saat memutuskan masuk dalam dunia wirausaha ini. Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh pengusaha perempuan dalam memulai dan mengembangkan wirausahanya, yaitu :

Saat ini, pengusahan perempuan dianggap menentang kodrat atau harapan sosial sebagai sosok perempuan, apabila sukses menjadi seorang pegusaha.

Dalam dunia usaha, sikap stereotip terhadapa bisnis yang kompetitif, agresif, dan keras dunia usaha mampu mengubah streotip sosok perempuan, yang halus, lembut, dan penyayang, patuh terhadap suami, merawat anak-anak. Hal inilah yang menyebabkan penilaian negatif saat perempuan memasuki dunia usaha, anak yang tidak terurus, lebih agresif, liar dan melawan suami serta pandangan-pandangan negatif lainnya.

Hal ini tidak terjadi pada kebanyakan perempuan sukses dalam menggeluti dunia usaha, mereka masih percaya dan setia terhadap keluarga, suami dan anak. Tetap setia pada jati dirinya sendiri, bahkan mampu menemukan pola sendiri menhadapai dunia usaha tanpa menghilangkan kepribadiannya sebagai perempuan, ibu dan istri bagi dirinya dan keluarganya.

Pembatasan akses pendanaan permodalan dengan menerapkan pola gender, perempuan. Padahal prestasi tidak mengenal gender, kan?

Dulu, pembatasan gender dalam mengakses pendanaan baik dari lembaga keuangan hingga investor personal terhadap perempuan kerap terjadi. Bahkan ada sebuah penelitian dari Babson College mengungkapkan bahwa perusahaan yang dijalankan oleh perempuan yang didanai oleh lembaga pendanaan berjumlah hanya kurang 3 persen. Sebagian besar mereka mencari pendaan dengan menggunakan jaringan sesama perempuan atau investor perempuan untuk mendanai permodalan usaha mereka.

Posisi perempuan ditengah-tengah dominasi laki-laki, menjadi tantangan berat bagi setiap perempuan pengusaha.

Seperti yang dikatakan diatas, bahwa dunia usaha lebih banyka dijalankan oleh laki-laki, dan hal ini tidak bisa dipungkiri lagi. Ketika perempuan masuk kedalam lingkungan usaha tersebut banyak hal yang akan dilakukan laki-laki untuk membuat perempuan kalah atau bangkrut. Hal ini menjadi perjuangan tersendiri bagi sosok perempuan. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh perempuan yang baru awal memasuki dunia usaha adalah dengan bergabung dengan komunitas-komunitas perempuan pengusaha lainnya, belajar membangun kepercayaan diri, dan mentalitas.

Depresi adalah sebuah gejala kehilangan kerpercayaan diri.

Kondisi tertekan atau depresi sering melanda manusia karena sebuah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Kondisi mental seperti ini kebanyakan dipengaruhi oleh target dan waktu, masalah yang menumpuk, dan hal lainnya yang memberatkan atau membebani daya pikir, sehingga keyakinan diri mulai memudar dan kehilangan kepercayaan diri.

Kuncinya adalah pada keyakinan diri, bahwa kita bisa mengatasi setiap masala yang ada, memilih dan memilah masalah berdasarkan skala prioritas waktu dan dampaknya. Hal tersebut bisa dilakukan juga dengan kita banyak melakukan sharing masalah, bertukar pikiran dengan senior, atau pakar sesuai bidangnya. Dan jangan biarkan diri ini kalah oleh kondisi depresi itu.

Membangun jaringan lebih luas.

Jaringan adalah pondasi utama selain modal dan skil, dalam menjalankan usahanya agar tidak mudah runtuh dan sebagai penyokong dalam membuka peluang mengembangkan usahanya. Membangun jaringan salah satu bentuk investasi immaterial meskipun tidak bisa dinominalkan. Namun, kekuatan jaringan pada setiap peluang memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan usaha.

Keseimbangan antara keluarga dan usaha.

Perempuan yang berkeluarga memiliki tantangan dalam membagi pikiran, perhatian dan waktu antara keluarga dan usaha yang sedang digelutinya. Perempun yang juga sebagai seorang ibu, yang memulai menggeluti usaha harus dapat menjalankan usahanya tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga, sebagai orang tua perempuan, ibu. Peran perempuan pengusahan sekaligus sebagai ibu saat menjalankannya adalah sebuah hal yang sangat menantang. Yakinlah anda bisa melakukannya.

Rasa takut akan kegagalan.

Perasaan takut akan kegagalan seperti dua mata pisau, yang satu dapat sebagai motivasi dan yang satu sebagai penyebab kegagalan. Gagal adalah kemungkinan nyata dan terdekat dari kesuksesan, yang artinya kegagalan tersebut sebuah pengalaman bagi kita dalam belajar, koreksi, evaluasi dan revisi rencana bisnis yang sedang kita jalankan.

Jangan kita takut akan kegagalan, hadapi dan bangkit kembali.

 “Seorang petinju hebat bukan dilihat dari kemampuan dirinya dalam melayangkan jurus-jurus mematikan kepada lawanya, tapi seberapa kuat dia menerima pukulan-pukulan lawannya dan tetap tegar berdiri serta mampu membalas serangan lawanya tersebut, lalu memenangkannya”.

Jika kamu, perempuan. Ya kamu yang perempuan, selesai membaca tulisan ini, lalu hanya diam maka tidak ada pahala bagiku dan bagimu, jika kamu lalu bangkit dari keterpurukan bukan hanya pahala yang aku terima tapi kebanggaan, maka siarkanlah ini layaknya sebuah ayat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontribusi Gojek Mendorong Pengusaha Perempuan Berbisnis Digital

Ilustrasi-Gojek Sebuah kabar menggembirakan dari penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis aplikasi, Gojek, yang telah berpartisipasi dalam upaya mendoroang pengusaha perempuan Indonesia agar masuk ke bisnis digital. Mereka berharap dengan masuknya pengusaa Perempuan ke dalam bisnis digital dapat meningkatkan skala usaha dan pangsa pasar lebih luas lagi. Seperti yang diutarakan oleh Head Regional Corporate Affairs Gojek Wildan Kesuma bahwa, pihaknya telah berkolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) agar bisa mewujudkan perempuan yang melek digital. Kerjasama ini sejalan dengan misi asosiasi demi peningkatan kapasitas pengusaha perempuan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi di era ekonomi digital, saat ini. “pembekalan praktis berbisnis kami berikan kepada 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) anggota IWAPI Jabar. Para Peserta pembekalan diharapkan mampu mendayagunakan teknologi untuk meningkatkan skala bisnis serta ...

Perempuan Muda, Berkarya dan Berprestasi

NIA ROSALINA, S.H. ADVOKAT Perempuan kelahiran Jakarta, yang akrab dipanggil dengan nama Nia merupakan deretan perempuan yang memilih karir sebagai pengacara. Sebuah pekerjaan yang sarat dengan intimidasi, terror, dan kekerasan demi menegakkan hukum dan aturan, sebagai wujud supremasi hukum Indonesia.